Wujud zat




Banyak benda yang dapat dilihat dan dijumpai di kehidupan sehari-hari. Misalnya pensil, kacamata, batu, kursi, air, balon berisi udara, tabung LPG berisi gas, es, baja, dan daun. Berbagai macam benda yang kita jumpai memiliki kesamaan, yaitu benda-benda tersebut memerlukan ruang atau tempat untuk keberadaannya. Air di dalam gelas, menempati ruang bagian dalam gelas itu, batu di pinggir jalan menempati ruang di pinggir jalan di mana ruangan itu tidak ditempati oleh benda lain sebelum batu itu disingkirkan.

Udara dalam balon menempati ruang bagian dalam balon itu. Manusia juga menempati ruang, misalkan dalam lift hanya cukup ditempati paling banyak 10 orang dewasa, lebih dari itu ruang dalam lift tidak mencukupi lagi. Benda atau zat juga memiliki massa, sebagai contoh batu bila ditimbang dengan neraca menunjukkan nilai massa tertentu. Balon berisi udara bila dibandingkan massanya dengan balon yang kempis, akan lebih berat balon berisi udara. Hal itu menunjukkan bahwa udara memiliki massa. Dapat disimpulkan bahwa zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan. Menurut wujudnya zat digolongkan menjadi tiga yaitu

Zat Padat
Ciri zat padat yaitu bentuk dan volumenya tetap. Contohnya kelereng yang berbentuknya bulat, dipindahkan ke gelas akan tetap berbentuk bulat. Begitu pula dengan volumenya. Volume kelereng akan selalu tetap walaupun berpindah tempat ke dalam gelas. Hal ini disebabkan karena daya tarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Pada umumnya zat padat berbentuk kristal (seperti gula pasir atau garam dapur) atau amorf (seperti kaca dan batu granit). Partikel zat padat memiliki sifat seperti berikut:
  1. Letaknya sangat berdekatan
  2. Susunannya teratur
  3. Gerakannya tidak bebas, hanya bergetar dan berputar di tempatnya
Zat Cair
Zat cair memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah-ubah sesuai dengan yang ditempatinya. Apabila air dimasukkan ke dalam gelas, maka bentuknya seperti gelas, apabila dimasukkan ke dalam botol akan seperti botol. Tetapi volumenya selalu tetap. Hal ini disebabkan partikel-partikel penyusunnya agak berjauhan satu sama lain. Selain itu, partikelnya lebih bebas bergerak karena ikatan antar partikelnya lemah. Partikel zat cair memiliki sifat seperti berikut:
  1. Letaknya berdekatan
  2. Susunannya tidak teratur
  3. Gerakannya agak bebas, sehingga dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas dari kelompoknya
Zat Gas
Ciri dari gas di antaranya bentuk dan volume berubah sesuai dengan tempatnya. Gas yang terdapat di balon memiliki bentuk dan volume yang sama dengan balon. Gas yang terdapat di dalam botol, bentuk dan volumenya sama dengan botol. Partikel-partikel gas bergerak acak ke segala arah dengan kecepatan bergantung pada suhu gas, akibatnya volumenya selalu berubah. Partikel zat gas memiliki sifat seperti berikut:
  1. Letaknya sangat berjauhan
  2. Susunannya tidak teratur
  3. Gerakannya bebas bergerak, sehingga dapat bergeser dari tempatnya dan lepas dari kelompoknya, sehingga dapat memenuhi ruangan
Perubahan Wujud Zat
Setiap zat akan berubah apabila menerima panas (kalor). Es dipanaskan akan mencair. Air dipanaskan akan menguap menjadi uap air (gas). Apabila uap air didinginkan menjadi embun dan kembali menjadi air. Air didinginkan menjadi es. Proses perubahan wujud zat tersebut dapat diamati pada diagram.






https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyTYnQu3v8dr3rTB6YELw6SdLX4jrcWvz9n0LXWG-ZZDpbVESHgX3_XS_zLtoSmN97OV9RQENb_52tqCVwreBaZchqTaE-sfawWMNisVWQwIUQJK0eOoWR4fIw6LZZ7gNLLvX7GvOO_Zea/s400/3.PNGBerdasarkan diagram tersebut, zat dari wujud yang satu ke wujud yang lainnya dapat dijelaskan sebagai berikut.
  1. Membeku yaitu perubahan wujud zat dari cair ke padat
  2. Mencair atau melebur yaitu perubahan wujud zat dari padat ke cair
  3. Menyublim (mengkristal) yaitu perubahan wujud zat dari gas ke padat
  4. Menyublim yaitu perubahan wujud zat dari padat ke gas
  5. Menguap yaitu perubahan wujud zat dari cair ke gas
  6. Mengembun yaitu perubahan wujud zat dari gas ke cair

READMORE
 

Tekanan



Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja pada benda dibagi dengan luas permukaan bidang di mana gaya itu bekerja.

Secara matematis dapat dituliskan :
P = Tekanan (N/m²)
F = Gaya tekan (N)
A = Luas bidang (m²)

Satuan tekanan dalam Sistem Internasional (SI) adalah N/m², satuan ini juga disebut pascal (Pa).
1 Pa = 1 N/m²

Untuk dapat lebih memahami materi tekanan pada zat padat, perhatikan contoh berikut:

Jika masing-masing balok mempunyai berat yang sama, yaitu 12 N, balok manakah yang memberikan tekanan lebih besar pada lantai?
Balok I
A = 30 cm x 10 cm = 300 cm² = 0,03 m²
P = 400 N/m²

Balok II
A = 20 cm x 10 cm = 200 cm² = 0,02 m²
P = 600 N/m²
Jadi, yang memberikan tekanan lebih besar pada lantai adalah Balok II, yaitu sebesar 600 N/m².

Dari contoh soal tersebut dapat kita dapat menarik kesimpulan tentang tekanan pada zat padat sebagai berikut:
1. Semakin kecil luas bidang tekan,  semakin besar tekanan yang dihasilkan.
2. Semakin besar gaya tekan yang diberikan, semakin besar tekanan yang dihasilkan.

Dengan demikian sekarang kalian dapat menjelaskan mengapa ujung sebuah paku memberikan bekas lubang yang lebih dalam dibandingkan dengan bekas lubang yang diberikan sebutir kelereng pada plastisin jika dijatuhkan dari ketinggian yang sama.
Tekanan pada zat cair

Tekanan hidrostatis adalah tekanan pada zat cair yang diam. Besarnya tekanan hidrostatis tergantung pada jenis dan kedalaman zat cair, tidak tergantung pada bentuk wadahnya (asalkan wadahnya terbuka).

Besarnya tekanan hidrostatis dirumuskan dengan :
P = p g h

Keterangan:
P = tekanan (Pa atau N/m2))
p = massa jenis zat cair (kg/m3)
g = perepatan gravitasi bumi (m/s2 atau N/kg)
h = kedalaman (m)
Tekana pada gas
tempat, makin besar tekanannya. Sebaliknya, makin tinggi suatu tempat, makin rendah tenannya. Setiap kenaikkan 10 m tekanan udara berkurang sebesar 1 mmHg. Udara merupakan benda gas yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita. Udara yang meliputi bumi mempunyai berat yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi Tekanan udara di permukaan laut rata-rata sebesar 1 atm atau 76 cmHg. Makin rendah suatu bumi. Karena udara memiliki berat, maka udara juga memiliki tekanan. Besarnya tekanan udara ditentukan oleh tinggi suatu tempatnya dari permukaan air laut.

Alat Ukur Tekanan Gas
Barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara luar. Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup.
Hukum Boyle
Semua zat memiliki massa dan menempati ruangan, tidak terkecuali zat gas. Hasil kali tekanan dengan volume suatu gas adalah tetap asal suhu zat tetap.
Sebagai contoh adalah jika kita memompa ban sepeda, udara bisa masuk ke dalam ban jika pompa penghisap kita tekan, akhirnya udara masuk. Hukum Boyle secara matematis dapat dirumuskan sebagi berikut :
Photobucket
Dengan :
P1 = Tekanan pertama (atm)
P2 = Tekanan kedua (atm)
 V1 = Volume pertama 1 (m3)
V2 = Volume kedua (m3)
READMORE
 

Usaha dan daya



Kata usaha sudah tidak asing lagi bagi kita. Apa sebenarnya usaha itu? Sering kali kita mendengar orang berkata bahwa untuk mencapai suatu tujuan tertentu maka kita harus melakukan kerja atau usaha. Dalam fisika, usaha didefinisikan sebagai hasil kali antara besarnya gaya yang diberikan pada benda dengan besar perpindahan benda tersebut. Usaha merupakan besaran skalar karena tidak memiliki arah dan hanya memiliki besar. Usaha dalam fisika dikatakan bernilai jika usaha yang dilakukan menghasilkan perubahan kedudukan. Ketika sebuah gaya bekerja pada suatu benda sehingga menimbulkan perpindahan benda, dikatakan bahwa gaya melakukan usaha pada benda tersebut. Jika gaya sebesar F yang dapat menyebabkan balok berpindah sejauh s terletak pada sebuah garis lurus maka besarnya usaha W dapat dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:
W : usaha (Nm atau J)
F : gaya (N)
s : perpindahan (m)
Hubungan antara Energi dengan Usaha
Sebelumnya telah disebutkan bahwa energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Bayangkan sebuah bola berada di atas lantai. Bola tersebut kemudian digerakkan ke atas dengan gaya F, akibatnya bola berpindah setinggi h. Hal ini berarti kita melakukan usaha untuk memindahkan bola dari lantai sampai setinggi h. Ketika bola bergerak, bola memiliki energi kinetik. Pada saat bola berada setinggi h, bola memiliki energi potensial. Besarnya usaha yang diperlukan untuk memindahkan bola sama dengan selisih energi kinetiknya atau selisih energi potensialnya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa besarnya usaha sama dengan besarnya perubahan energi pada benda.
Daya
Daya adalah perubahan energi potensial atau energi kinetik tiap satu satuan waktu. Dengan demikian, daya didefinisikan sebagai usaha yang dilakukan tiap satuan waktu. Daya merupakan besaran fisika yang mempunyai satuan J/s atau watt. Secara matematis daya dapat dituliskan sebagai berikut.

Keterangan:
P: daya (J/s atau watt)
t : waktu (s)

Semakin besar daya yang dimiliki oleh suatu benda, semakin besar pula kemampuan benda tersebut untuk mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi lain.




Tuas dan pengungkit
Pesawat sederhana adalah alat sederhana yang dipergunakan untuk mempermudah manusia melakukan usaha. Pesawat sederhana berdasarkan prinsip kerjanya dibedakan menjadi tuas/pengungkit, bidang miring, katrol dan roda berporos/roda bergandar. Pesawat sederhana mempunyai keuntungan mekanik yang didapatkan dari perbandingan antara gaya beban dengan gaya kuasa sehingga memperingan kerja manusia.

Tuas/pengungkit berfungsi untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda yang berat. Bagian-bagian pengungkit:
A = titik kuasa
T = titik tumpu
B = titik beban
F = gaya kuasa (N)
w = gaya beban (N)
lk = lengan kuasa (m)
lb = lengan beban (m)

Jenis-jenis tuas:
1. Tuas Jenis pertama

Yaitu tuas dengan titik tumpu berada diantara titik beban dan titik kuasa.
Photobucket
Contoh : pemotong kuku, gunting, penjepit jemuran, tang

2. Tuas Jenis kedua
Yaitu tuas dengan titik beban berada diantara titik tumpu dan titik kuasa.
Photobucket
Contoh : gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol. i

3. Tuas Jenis ketiga
Yaitu tuas dengan titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban.
Photobucket
Contoh :sekop yang biasa digunakan untuk memindahkan pasir.

Keuntungan Mekanik Tuas
Keuntungan mekanik pada tuas adalah perbandingan antara gaya beban (w) dengan gaya kuasa (F), dapat dituliskan sebagai :
KM = w/F atau KM = lk/lb

Keuntungan mekanik pada tuas bergantung pada masing-masing lengan. Semakin panjang lengan kuasanya, maka keuntungan mekaniknya akan semakin besar.

Katrol

Katrol adalah alat yang banyak digunakan untuk memudahkan mengangkat beban. Prinsip kerja katrol sama dengan prinsip tuas yaitu menggunakan gaya yang lebih kecil untuk mengangkat suatu beban. Berikut macam-macam katrol
a. Katrol tetap
Katrol tetap memiliki keuntungan mekanis yaitu 1 jadi, katrol tetap tidak meringankan mengangkat beban, tetapi memudahkan menarik beban dengan arah gaya  keatas menjadi gaya tarik ke bawah
b. Katrol bergerak
Katrol bergerak adalah katro yang salah satu ujung tali berada pada tempat yang tetap, sedangkan ujung tali yang lain ditarik keatas oleh sebuah gaya. Pada katrol bergerak memiliki keuntungan mekanis sebesar 2.
c. Sistem katrol
Beberapa buah katrol dapat disusun atau di gabungkan menjadi sistem katrol. Hal itu bertujuan untuk memperbesar keuntungan mekanis.

Bidang miring
Bidang miring adalah jenis pesawat sederhana yang terdiri atas sebuah permukaan datar yang dimiringkan. Bidang miring dapat memindahkan suatu benda ke tempat yang lebih tinggi.
Jika sebuah benda memiliki masa m dan percepatan gravitasinya g maka untuk mengangkat langsung diperlukan gaya F = m x g. Dalam hal ini arah gaya tegak lurus.Apabila dingkat dengan bidang miring yang panjangnya s dan tinggi truk dari tanah= h, berlaku persamaan
F1/F=h/s atau F1= F x h/s
F= m x g berarti F1= m x g h/s


Keterangan
F= gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda secara langsung
F= gaya yang digunakan untuk mengangkat benda dengan menggunakan bidang miring
Dengan demikian, besarnya gaya untuk mendorong sebuah benda melalui bidang miring adalah
m x g x h
_______
      s


Adapun keuntungan mekanis bidang miring sama dengan berat beban sebenarnya dibagi dengan besarnya gaya untuk mengangkat beban itu melalui bidang miring. Keuntungan mekanis:
Keuntungan mekanis=F
Roda berporos
PhotobucketRoda berporos merupakan roda yang di dihubungkan dengan sebuah poros yang dapat berputar bersama-sama. Roda berporos merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang banyak ditemukan pada alat-alat seperti setir mobil, setir kapal, roda sepeda, roda kendaraan bermotor, dan gerinda.


Jenis-jenis Roda Lainnya
1. Roda Setali
Roda Setali yaitu dua buah roda atau lebih yang dihubungkan dengan tali. Contohnya : Roda sepeda yang dihubungkan dengan rantai, dan roda sepeda motor yang dihubungkan dengan rantai.

2. Roda Sepusat
Roda sepusat, yaitu dua buah roda atau lebih yang memiliki pusat yang sama. Contohnya : Roda pada mobil truk.

3. Roda Bersinggungan
Roda bersinggungan, yaitu dua buah roda atau lebih yang saling bersinggungan satu sama lain. Contohnya : Roda pada bagian dalam jam.













READMORE
 

Pemuaian



Pemuain zat
Kereta api merupakan alat transportasi darat yang relatif aman dan nyaman serta dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang banyak. Kereta berjalan di atas rel. Pada sambungan rel kereta api terdapat sebuah celah, Mengapa harus ada celah? Celah tersebut pada malam hari lebar, sedangkan siang hari menjadi sempit karena terkena sinar matahari.

Sebagian besar zat akan memuai bila dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan. Bila suatu zat dipanaskan (suhunya dinaikkan) maka molekul-molekulnya akan bergetar lebih cepat dan amplitudo getaran akan bertambah besar, akibatnya jarak antara molekul benda menjadi lebih besar dan terjadilah pemuaian. Pemuaian adalah bertambahnya ukuran benda akibat kenaikan suhu zat tersebut. Pemuaian dapat terjadi pada zat padat, cair, dan gas.

Pemuaian Zat Padat
Coba kamu amati bingkai kaca jendela di ruang kelasmu! Adakah bingkai jendela yang melengkung? Tahukah kamu apa sebabnya? Bingkai jendela tersebut melengkung tidak lain karena mengalami pemuaian. Pemuaian yang terjadi pada benda, sebenarnya terjadi pada seluruh bagian benda tersebut. Namun demikian, untuk mempermudah pemahaman maka pemuaian dibedakan tiga macam, yaitu pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.

1. Pemuaian Panjang
Pernahkah kamu mengamati kabel jaringan listrik pada pagi hari dan siang hari? Kabel jaringan akan tampak kencang pada pagi hari dan tampak kendor pada siang hari. Kabel tersebut mengalami pemuaian panjang akibat terkena panas sinar matahari. Alat yang digunakan untuk menyelidiki pemuaian panjang berbagai jenis zat padat adalah musschenbroek. Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi oleh panjang mula-mula benda, besar kenaikan suhu, dan tergantung dari jenis benda.
Alat Musschenbroek
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJQVxwsgU9S6qDHfb7YwSOa8M9chOGVNM5kqPBmIm9GN0sOztjRjp-w55WzW5CQ-KTEapskO5-CbHHHW6EmuTkixIBNwsbMOUQGMJKtPaeehqFeBG6-posvpwMg8u4Db1-TbPZQTn4vHLm/s400/muschenbroek.PNGBesarnya panjang logam setelah dipanaskan adalah sebesar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ2l0yP2QzrIx-fM7Kj_SMouNH_m091aRZOFuFMrBUyfqmCng5g8Ft2-1Ma6mYzpvE1PqrbsQvxMoIsPpjuTKuXzlxOCdAR7R1QPzX23zZa9YJmL7WLOKJKvK8tUqSuH3tadF6k0yq6T3f/s400/rms1.PNGBesarnya panjang zat padat untuk setiap kenaikan 1ºC pada zat sepanjang 1 m disebut koefisien muai panjang (α). Hubungan antara panjang benda, suhu, dan koefisien muai panjang dinyatakan dengan persamaan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidxh1Hdmu2mjJP6QHmIviWa3aLc_LQThng8ARLH_1nI7mXEwJI44P0y7uIApXWwP3xO0U7BJ60WWGfuf4UU36rYyc0KGUgektJo5NwqPqKfUlCslHJyONt0nNbvq9x4uBqrUK81CO2fa5c/s400/rms2.PNGKeterangan:
L = Panjang akhir (m)
L0 = Panjang mula-mula (m)
ΔL = Pertambahan panjang (m)
α = Koefisien muai panjang (/ºC)
Δt = kenaikan suhu (ºC)
Beberapa Koefisien Muai Panjang Benda
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ONGY_RL6kIbctzZav3bs0ei8jt7tYdjq4JwHGv27b94fTOfCDADdyfnhBeSQXH93kS3fFEb_Wb91825e900JgQqAqgfa4Ow3McWIObOxf00FMGNA2WzgTQxiSmhTgJtwssfpi57ltRde/s400/tabelkoefisien.PNG
2. Pemuaian Luas
Jika yang dipanaskan adalah suatu lempeng atau plat tipis maka plat tersebut akan mengalami pemuaian pada panjang dan lebarnya. Dengan demikian lempeng akan mengalami pemuaian luas atau pemuaian bidang. Pertambahan luas zat padat untuk setiap kenaikan 1ºC pada zat seluas 1 m^2 disebut koefisien muai luas (β). Hubungan antara luas benda, pertambahan luas suhu, dan koefisien muai luas suatu zat adalah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwROW9khNGgEgH1dofeOK60t3xREHdFuVgFljvwz9mMmTwHyM3bak96XxjFfJoIU7UVyetEv8L4YwuB1bo7LhIUwBrEGCZDHQRq_F7ahn_1e0oXknDpbn9-YVAsRP9Vukm2qFHLcLJWEId/s400/rms3.PNGKeterangan:
A = Luas akhir (m2)
Δ0 = Pertambahan luas (m2)
A0 = Luas mula-mula (m2)
β = Koefisien muai luas zat (/º C)
Δt = Kenaikan suhu (ºC)

Besarnya β dapat dinyatakan dalam persamaan berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhap5Iqbl2arf19fp7jyOjHCxyQs4yNLNFHz4-YMcxrJdy2e8nDY2iUJp7cTs0Jl9R2GLkNgJ2nWXuDabDa8ahTFm65c8OWRmQOPlV9TfF_-gtTlmeENx3SPjES90n4Jas0x87GBBVxAtsv/s400/rms4.PNG
3. Pemuaian Volume
Jika suatu balok mula-mula memiliki panjang P0, lebar L0, dan tinggi h0 dipanaskan hingga suhunya bertambah Δt, maka berdasarkan pada pemikiran muai panjang dan luas diperoleh harga volume balok tersebut sebesar
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfcXr4RivrFYW9seheT-ed2OA-TMIqS0mwGtutA4laYeaj5jB7dgaOD3HAI02kuqHlRjSoNaQFC5Lw378sxj8g-cnDU0zxqEQrCqoqlloCtxC2LHpdZCNl2rAmuC7UM3HZ1w7BbugS04nm/s400/rms5.PNGdimana
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjw7ioI6vV5fitm0L5oyD4rLEkrEHQnMmyj-VcpknGWjGREpDz8oRHTICBPkPjwRAP7giycMg6fFqCh-0gn7xyVQduSkgQy3x_w8wRBsrFP9KSBbk5knvkgrdeUKmF4grr3hJ0Yc5Y9_FLp/s400/rms6.PNG
Keterangan:
V = Volume akhir (m^3)
V0 = Volume mula-mula (m^3)
ΔV = Pertambahan volume (m^3)
γ = Koefisien muai volume (/ºC)
Δt = Kenaikan suhu (ºC)

Pemuaian Zat Cair
Pada zat cair tidak melibatkan muai panjang ataupun muai luas, tetapi hanya dikenal muai ruang atau muai volume saja. Semakin tinggi suhu yang diberikan pada zat cair itu maka semakin besar muai volumenya. Pemuaian zat cair untuk masing-masing jenis zat cair berbeda-beda, akibatnya walaupun mula-mula volume zat cair sama tetapi setelah dipanaskan volumenya menjadi berbeda-beda. Pemuaian volume zat cair terkait dengan pemuaian tekanan karena peningkatan suhu. Titik pertemuan antara wujud cair, padat dan gas disebut titik tripel.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOyZ0SXOv8EshOSJ-2kyITMBbv99bgI8jcpFa6O1AXGdsuarYzv-YBkNDUDShNNRaQ51lOVYsJ6RlqlB0HzRudMZaypFUOXkkidbtYvv49DLoQb6RFI_K06yBtZpa6C9lCkgMIJUg_uoVG/s400/tripel.PNGAnomali Air
Khusus untuk air, pada kenaikan suhu dari 0º C sampai 4º C volumenya tidak bertambah, akan tetapi justru menyusut. Pengecualian ini disebut dengan anomali air. Oleh karena itu, pada suhu 4ºC air mempunyai volume terendah. Hubungan volume dengan suhu pada air dapat digambarkan pada grafik berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0wp52BOfM-q37cX4ji81fV8TFG7Ka8Rf1zRzLSb5zV0Xsk9xOKPejNvykLq_-0psujY4nKMMV_qXJEUd98mv4CcSzr40VJO0_DOwUzk-aIo9fIvW-DnmX0NFK7XwF9a76kfkMStSwvfNH/s400/anomali.PNGPada suhu 4ºC, air menempati posisi terkecil sehingga pada suhu itu air memiliki massa jenis terbesar. Jadi air bila suhunya dinaikkan dari 0ºC – 4ºC akan menyusut, dan bila suhunya dinaikkan dari 4ºC ke atas akan memuai. Biasanya pada setiap benda bila suhunya bertambah pasti mengalami pemuaian. Peristiwa yang terjadi pada air itu disebut anomali air. Hal yang sama juga terjadi pada bismuth dengan suhu yang berbeda. Lakukan kegiatan berikut untuk menyelidiki kecepatan pemuaian pada berbagai macam zat cair.

Pemuaian pada Gas
Mungkin kamu pernah menyaksikan mobil atau motor yang sedang melaju di jalan tiba-tiba bannya meletus?. Ban mobil tersebut meletus karena terjadi pemuaian udara atau gas di dalam ban. Pemuaian tersebut terjadi karena adanya kenaikan suhu udara di ban mobil akibat gesekan roda dengan aspal.

Pemuaian pada gas adalah pemuaian volume yang dirumuskan sebagai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV42oHjHTRq-DzpqFOpuNyRCJLcYyxMKJNBgRtliVgqA4q2FUCvJD3P1ctgwqK3fAg7UveH1l8dbPBoET21LY20BaZClyw93kpchhYULHBZ094vpJhKgo_kntz5RmUYrB3GjcLgSpHI5TY/s400/rms7.PNGγ adalah koefisien muai volume. Nilai γ sama untuk semua gas, yaitu 1/273 ºC^-1

Pemuaian gas dibedakan tiga macam, yaitu:
a. pemuaian gas pada suhu tetap (isotermal),
b. pemuaian gas pada tekanan tetap (isobar), dan
c. pemuaian gas pada volume tetap (isokhorik).

1. Pemuaian Gas pada Suhu Tetap (Isotermal)
Pernahkah kalian memompa ban dengan pompa manual. Apa yang kalian rasakan ketika baru pertama kali menekan pompa tersebut? Apa yang kalian rasakan ketika kalian menekannya lebih jauh? Awalnya mungkin terasa ringan. Namun, lama kelamaan menjadi berat. Hal ini karena ketika kita menekan pompa, itu berarti volume gas tersebut mengecil. Pemuaian gas pada suhu tetap berlaku hukum Boyle, yaitu gas di dalam ruang tertutup yang suhunya dijaga tetap, maka hasil kali tekanan dan volume gas adalah tetap. Dirumuskan sebagai:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkaeGkaLtEDdvZgfnWM3L8inFx9DIKiVE_hjyR6dZfBI1C5AP4w9DhnuLPXsG4125dgfj6VXEXJGWJzwrLS8WQAssi9Y4_vU1Owe-C1lvP0TmAp28Q6yFCi9-rAb6vOZvsD7xrB7B9CCI_/s400/rms8.PNGKeterangan:
P = tekanan gas (atm)
V = volume gas (L)

2. Pemuaian Gas pada Tekanan Tetap (Isobar)
Pemuaian gas pada tekanan tetap berlaku hukum Gay Lussac, yaitu gas di dalam ruang tertutup dengan tekanan dijaga tetap, maka volume gas sebanding dengan suhu mutlak gas. Dalam bentuk persamaan dapat dituliskan sebagai:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinDie-zHfDrnBOZcZE7VRhYPCsK7uI8zkMG3kk8s6z-nqWkdfpsBSVG7KS8Ueuphr4CO6Eh4-8o8hKyJhjyzC0Bc1aimviJ4PZVDrZq_JwrDGQgQ-CFy1Qg7JA3R_NsQFxjp4ptcQYchKo/s400/rms9.PNGKeterangan:
V = volume (L)
T = suhu (K)

3. Pemuaian Gas Pada Volume Tetap (Isokhorik)
Pemuaian gas pada volume tetap berlaku hukum Boyle-Gay Lussac, yaitu jika volume gas di dalam ruang tertutup dijaga tetap, maka tekanan gas sebanding dengan suhu mutlaknya. Hukum Boyle-Gay Lussac dirumuskan sebagai
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnf5j5BbmP3RhPACB11vIRxBaWot1WpmabuythC0M6gHjI90XfV_XBy6s3oIVWNfu8gBzTR4JptZx6L1LpN25OP3JjWhCm2vr9vO-u1izcXrybMQqem1Sy03N_6Tu-zlY7fOm-ARpknJgC/s400/rms10.PNGDengan menggabungkan hukum boyle dan hukum Gay Lussac diperoleh persamaan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikkSJrhT14qlypVN6Qg2eZDo6nUiJeH83u8B_Td2Dvfyeyps1DiNQzoXj4EV3-_97ydqUxjGOeVQV-xmDMlzacjr0Z5qm75K2rUrPIZB8WATc40j_xodOP3vVVG-Qv4P99LIKUq7X9mFKr/s400/rms11.PNGKeterangan:
P=tekanan(atm)
V=volume(L)
T=suhu(K)




READMORE
 

Katrol



Katrol

Katrol adalah alat yang banyak digunakan untuk memudahkan mengangkat beban. Prinsip kerja katrol sama dengan prinsip tuas yaitu menggunakan gaya yang lebih kecil untuk mengangkat suatu beban. Berikut macam-macam katrol
a. Katrol tetap
Katrol tetap memiliki keuntungan mekanis yaitu 1 jadi, katrol tetap tidak meringankan mengangkat beban, tetapi memudahkan menarik beban dengan arah gaya  keatas menjadi gaya tarik ke bawah
b. Katrol bergerak
Katrol bergerak adalah katro yang salah satu ujung tali berada pada tempat yang tetap, sedangkan ujung tali yang lain ditarik keatas oleh sebuah gaya. Pada katrol bergerak memiliki keuntungan mekanis sebesar 2.
c. Sistem katrol
Beberapa buah katrol dapat disusun atau di gabungkan menjadi sistem katrol. Hal itu bertujuan untuk memperbesar keuntungan mekanis.
READMORE
 

Klarifikasi materi




1. Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi nuklir)
Lambang unsur terdiri dari satu huruf besar atau satu huruf besar diikuti huruf kecil. Beberapa lambang unsur diambil dari huruf pertama unsur tersebut, misalnya nitrogen (N), oksigen (O2), hidrogen (H). Mengapa emas diberi lambang Au? Au berasal dari nama latin dari emas “Aurum”. Fe merupakan lambang unsur besi yang diambil dari “Ferum”, Ag meruakan lambang perak yang diambil dari kata “Argentum”. Penulisan lambang unsur selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Aturan dalam menuliskan lambang unsur:
1. Jika suatu unsur dilambangkan dengan satu huruf, maka harus digunakan huruf kapital, misalnya oksigen (O), hidrogen (H), karbon (C).
2. Jika suatu unsur dilambangkan lebih satu huruf, maka huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf berikutnya menggunakan huruf kecil, misalnya seng (Zn), emas (Au), tembaga (Cu). Kobalt dilambangkan Co, bukan CO. CO bukan lambang unsur, tetapi lambang senyawa dari karbon monoksida yang tersusun dari unsur karbon (C) dan oksigen (O).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKA_mO1c8K_kClnfmGkr06nutrh2Beo1MbQSmhQfHSJD5aWWXrfSd2we2wBJlkDa6jabqjkftPmztsy-6C7XBtAc6nrJkVQ8bY7wyBgOKZuoWHL6WD2EzCt4-TNELj7fpC373Qto2Y_ic/s200/Lampu.png
                     Bola lampu tersusun dari kawat pijar dari walfram (W) dan tembaga (Cu).
2. Senyawa
Senyawa  adalah zat  tunggal  yang  tersusun dari dua  unsur  atau  lebih.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvBGnXh2pIRrpkACk_wmDWIJ4_B8gAkFyoQlHw3ZEN28CY14GikR0eI6wdAydvMQIAdlML_rmeBnt1pbUMr1u-Vn6OrtHTzmVL7xGYPBmsngST-elliuKoTj84f8gZ7zTKLhZqmcuCJ9I/s200/Garam.png
 Gula pasir tersusun dari karbon, oksigen dan hidrogen.
Karbon merupakan padatan berwarna hitam. Dalamkehidupan sehari-hari kita kenal dengan arang. Hidrogen dan oksigen merupakan gas yang mudah terbakar. Ketigaunsur tersebut dengan reaksi kimia dapat bergabungmembentuk gula pasir yang berupa padatan putih yangrasanya manis. Sifat dari gula sangat berbeda dengan sifatkarbon, hidrogen dan oksigen. Gula merupakan senyawa,sedangkan karbon, hidrogen, oksigen merupakan unsur pembentuknya. Jadi senyawa adalah zat yang terbentuk dariunsur-unsur melalui reaksi kimia. Sifat senyawa berbedadengan sifat unsur pembentuknya.

Senyawa merupakan zat tunggal yang tidak dapat dipisahkan dengan cara fisika. Senyawa dapat dipisahkan menjadi unsur-unsurnya atau menjadi senyawa yang lebihsederhana melalui reaksi kimia. Air dapat dipisahkan menjadi oksigen dan hidrogen dengan cara elektrolisis(Gambar 2.4). Gula pasir jika direaksikan dengan asam sulfat akan terurai menjadi karbon (Gambar 2.5)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwVkLB7ykXurwdRsCl0fVbVE6BHzuZQDUGtwpXkmnFcsnpW63lSIKsHen_LKST2-AELwKlGqtzDrFWjv7vkKmxV6rCXPNYixs4q8wuOqy412PwKkaG5QrfW1nkbgQ1CGD4ALzdjoUbRUo/s200/Elektrolisis.png

3. Campuran
 yaitu gabungan beberapa zat tanpa melalui reaksi kimia
 Udara yang kita hirup merupakan contoh campuran. Di dalam udara tercampur beberapa gas, seperti gas nitrogen, gas oksigen, gas karbon dioksida dan gas-gas lain. Udara bersih maupun udara tercemar merupakan campuran. Udara yang segar mempunyai komposisi oksigen yang lebih besar dibandingkan dengan udara yang tercemar. Komposisi zat-zat pembentuk campuran tidak tertentu dan sembarang.
 Air garam terlihat seperti air dan terasa asin. Partikelpartikelgaram tetap ada di dalam air tetapi kamu tidak
dapat melihat partikel-partikel garam tersebut meskipunmenggunakan mikroskop. Suatu bahan seperti air garamyang mempunyai dua atau lebih zat yang tersebar meratadisebut campuran homogen. Alkohol 70% yang dijual diapotik merupakan disinfektan umum.Alkohol ini terlihat jernih meskipun
terbentuk dari partikel alkohol dalam air.Alkohol 70% tersebut merupakan contoh laindari campuran homogen.Nama lain dari campuran homogenadalah larutan. Campuran homogen antara airdan gula dinamakan larutan gula, campuranhomogen antara air dan garam dapur dinamakan larutan garam dapur. Ukuran partikel dalam larutan sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat meskipun dengan mikroskop
READMORE
 
Asam, Basa dan Garam

   Asam

        Asam adalah suatu zat yang larutannya dalam air dapat menghasilkan Ion Hidrogen. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak sediktnya Ion yang di hasilkan. Semakin banyak Ion Hidrogen yang dihasilkan, maka semakin kuat tingkat keasamannya.
 Contoh-contoh asam
  1. Asam klorida (HCL)  berguna sebagai bahan baku untuk membuat cairan porselen.
  2. Asam sulfat (H2SO4) terdapat dalam air aki.
  3. Asam nitrat (HNO3) terdapat dalam bubuk peledak.
  4. Asam karbonat (H2CO3) untuk membuat minuman berkarbonasi.
Sifat-sifat asam

  • Larutannya dalam air dapat menghasilkan Ion Hidrogen
  • Merusak logam
  • Memerahkan kertas lakmus biru
  • Menghantarkan listrik
  • Memiliki ph <7
  • Bereaksi dengan logam dapat menghasilkan gas Hidrogen
  • Memiliki rasa asam
  • Bersifat korosif

Fungsi-fungsi asam
  • Membersihkan permukaan logam
  • Bahan untuk membuat peledak
  • Proses pembuatan obat-obatan
Basa 
     Basa adalah suatu zat yang larutannya dalam air dapat menghasilkan Ion Hidroksida. Semakin banyakIon Hidrogen yang terbentuk maka semakin kuatlah tingkat basanya.

Contoh-contoh Basa
  • Gas amonia (NH3) untuk obat sengatan serangga yang dapat menetralkan asam racunnya.
  • Natrium hidroksida (NaOH) Bahan utama pembuatan sabun
  • Kalium hidroksida (KOH) digunakan pada baterai alkali
  • Kalsium hidroksida (Ca(OH)2) untuk mendeteksi keberadaan karbon dioksida (Co2)
Sifat-safat basa
  • Rasanya pahit
  • Bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan Ion Hidroksida
  • Terasa licin jika terkena kulit
  • Menghantarkan listrik
  • Membirukan kertas lakmus biru
  • Dapat menetralkan asam
  • Bersifat Elektrolik
  • Memiliki ph >7
Kegunaan Basa
  • Bahan pembuatan semen
  • Pembuatan detergen


Garam

    Senyawa antara Ion logam dengan Ion sisa asam, bila dilarutkan dalam air, garam akan terurai menjadi logam (Ion positif atau kation dan Ion sisa asam/Ion negatif/anion)

Contoh-contoh garam


1. Natrium klorida (NaCI) atau garam dapur untuk penambah rasa
2. Natrium bikarbonat atau beking soda untuk pengembang kue
3. Kalsium nitrat atau saltpeter untuk bahan peledak

Sifat-sifat asam
  • Larutannya menghantarkan aru listrik
  • Tidak mengubah kertas lakmus merah menjadi biru dan kertas lakmus merah menjadi biru karena bersifat netral
  • jika dilarutkan dalam air akan mengahasilkan Ion logam dan Ion sisa logam
  • Memiliki ph 7

 

 
 




READMORE